Ini menjadi kasus pembelotan terbaru dari warga Kuba yang berupaya meninggalkan negara mereka yang dilanda krisis ekonomi terburuk dalam tiga dekade terakhir.
Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan disebut diintimidasi hingga batalkan pengajuan autopsi. TGIPF mengungkapkan, autopsi batal karena nenek korban tak merestui.