Sanggar Tari Pradnya Swari di Bali, dipimpin Ni Kadek Astini, mendukung anak disabilitas menari secara gratis, menjembatani kesetaraan melalui seni tari.
Film "Istimewa" mengisahkan kehidupan anak-anak penyandang disabilitas di Rumah Istimewa. Mahendra, sosok ayah bagi mereka, menekankan cinta dan penerimaan.
Arick Istriyanti tampaknya lekat dengan semboyan legendaris Raden Ajeng Kartini 'Habis Gelap Terbitlah Terang'. Ia memperjuangkan pendidikan inklusif di Badung.
Deni Gusmawan, guru di SLB B Karya Bhakti, mengabdikan 15 tahun untuk anak-anak disabilitas meski gaji hanya Rp 750 ribu. Kebahagiaan mereka adalah motivasinya.