Bencana di Sukabumi berdampak ngeri. Setidaknya 4.500 jiwa terdampak, dengan 5 korban tewas dan 4 hilang. Kerusakan parah terjadi pada rumah dan infrastruktur.
PT Nindya Karya menyalurkan bantuan logistik, dukungan infrastruktur, serta pengerahan sumber daya di lapangan di sejumlah titik terdampak bencana Sumatera.
Batalyon Komposit PRCPB dibentuk untuk penanggulangan bencana di Bali-Nusra. Terdiri dari 745 personel, siap tanggap darurat dan sinergi lintas instansi.
Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung akan melarang penggunaan pestisida untuk pembukaan lahan secara berlebihan buntut longsor yang menewaskan 20 orang.