Batalyon Komposit Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (Yon Komposit PRCPB) untuk Bali-Nusra dibentuk. Sesuai namanya, batalyon baru itu berfungsi sebagai tim penanggulangan dan penanganan bencana alam di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Bali Nusra).
"Batalyon ini menjadi garda terdepan yang siap digerakkan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan kemampuan reaksi cepat, tanggap darurat, dan sinergi lintas instansi," kata Pangkogabwilhan II, Marsdya TNI Khairil Lubis, saat pidato apel Yon Komposit PRCPB di lapangan Kipan A Yonif 900/SBW, Kelurahan Tuban, Badung, Bali, Jumat (29/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yon Komposit PRCPB Bali-Nusra terdiri dari sejumlah unsur pertahanan, pengamanan, dan sipil. Antara lain, semua matra TNI, polisi, BPBD, SAR, PUPR, dan BMKG se-Bali Nusra.
Total personel Yon Komposit PRCPB Bali-Nusra sebanyak 745 orang yang akan bertugas menangani dan menanggulangi dampak buruk bencana alam. Mereka terbagi dalam beberapa divisi sesuai tugas dan tupoksinya, beserta peralatan yang sesuai dan memadai.
"Kami akan pastikan setiap personel, sarana, dan prasarana, serta prosedur kerjanya telah siap sedia. Untuk bergerak cepat ketika dibutuhkan," kata Khairil.
Khairil mengatakan wilayah Bali-Nusra tergolong rawan bencana, mulai dari kebakaran, tanah longsor, tsunami hingga gempa bumi, termasuk bencana yang disebabkan isu sosial dan sampah.
Khairil menegaskan setiap personel batalyon bertanggung jawab dengan tugasnya. Hal itu diperlukan untuk kecepatan dan mobilitas yang efisien saat akan menjangkau lokasi bencana dan menangani para korban.
"Agar kita dapat bergerak cepat, tepat, dan terukur. Masyarakat akan merasa terlindungi dengan kehadiran negara," terang Khairil.
(iws/iws)