Rencana mengadakan kereta cepat yang melewati IKN oleh perusahaan asal Brunei Darussalam dinilai dapat menumbuhkan sektor properti di kawasan tersebut.
Survei dilakukan pada 29 Desember 2024-3 Januari 2025 di 7 provinsi mewakili sekitar 62% tujuan perjalanan dengan 37 simpul transportasi dan titik ruas jalan.