Produsen mobil AS menentang tarif 15% untuk impor dari Jepang, menganggapnya merugikan industri dalam negeri. Mereka khawatir kesepakatan ini tidak adil.
Kesepakatan dagang RI-AS memicu sorotan, khususnya terkait kedaulatan pangan dan integritas halal. Pengawasan ketat dan komunikasi publik perlu jadi solusi.