Polisi mendalami terkait uang yang digunakan Kopda Muslimin untuk membayar penembak istrinya. Polisi menyebut uang itu diduga berasal dari mertua Kopda M.
Kader PDI Perjuangan Surabaya mengenang 26 tahun tragedi kerusuhan 27 Juli 1996. Bersamaan itu digelar refleksi, doa bersama dan ziarah ke makam pejuang PDIP.
Muslimin menyuruh orang untuk meminta uang Rp 120 juta ke mertuanya dengan alasan untuk membayar rumah sakit. Ternyata uang itu untuk membayar penembak istrinya
Eksekutor penembakan istri TNI di Semarang mengaku sempat dimarahi Kopda Muslimin ketika telat ke lokasi kejadian dan gagal menembak kepala korban RW (34).