Remaja 15 tahun ini yatim piatu yang tinggal berdua sang nenek. Demi penuhi kebutuhan hidup, ia menghemat uang makan di sekolah hingga kerja di kedai kwetiau.
Pakar pendidikan UM Surabaya menilai kebijakan anak dikirim ke barak militer cenderung problematik. Menurutnya, ini dapat berdampak buruk pada masa depan anak.
Di tengah upaya mencukupi kebutuhan hidup yang semakin sulit, nyatanya masih banyak orang baik. Bahkan ada kedai yang sengaja menjual makanan murah untuk buruh.