Jenazah Sakdiah ditemukan di kebun warga di desa tetangga 4 bulan usai banjir bandang menerjang kampungnya. Kerangka Sakdiah ditemukan di bawah tumpukan tanah.
Banjir dan longsor melanda Sumut dan Aceh, Gubernur menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Korban jiwa mencapai 48, evakuasi terus dilakukan.
Bencana yang melanda wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar menyebabkan aliran listrik terputus. PLN berupaya mendirikan tower sementara untuk kebutuhan listrik.
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mengirimkan 27 ton bantuan untuk masyarakat Aceh, termasuk sembako dan alat komunikasi, serta membangun posko kemanusiaan.