DPRD Trenggalek setujui utang Rp70 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan pariwisata. Dana ini diharapkan meningkatkan PAD dan akses perekonomian warga.
Bank Indonesia melaporkan kredit nganggur mencapai Rp 2.509,4 triliun per November 2025, dipicu pengusaha yang menunda penarikan kredit akibat kondisi ekonomi.