Para pengungsi Rohingya kini menghadapi situasi kritis pascapemangkasan dana bantuan dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Januari lalu.
Anggaran Kemnaker dipangkas dari Rp 4,8 triliun menjadi Rp 2,1 triliun. Namun, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan program prioritas tetap berjalan.
Menteri Sosial Gus Ipul memastikan anggaran rehabilitasi untuk penyintas Bom Bali tetap aman. Bantuan ini tidak terpengaruh efisiensi anggaran pemerintah.
Menteri Investasi Rosan menanggapi pemangkasan anggaran Kementeriannya, memastikan kinerja tidak terpengaruh dan target investasi 2025 tetap realistis.