Belanda mengembalikan sejumlah artefak budaya, perhiasan, arca, ukiran candi abad ke-13, kepada Indonesia. Benda-benda itu diambil pada masa kolonialisme.
Nyete atau melukis batang rokok dengan ampas kopi jadi tradisi di Tulungagung. Seni ini sering menjadi ajang kompetisi sesama perokok dan penikmat kopi.
Demokrat kembali menggelar aksi cap jempol darah. Aksi itu bentuk penolakan terhadap langkah yang diambil Kepala KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat.
Penurunan drastis angka kelahiran di Jepang telah menyebabkan ruang kelas kosong. Akibatnya, sebanyak 450 sekolah negeri rata-rata ditutup setiap tahun.