Pada awal abad ke-20, Belanda menjadi satu-satunya pemerintah kolonial pertama di Asia Tenggara yang menyadari potensi wisata alam dan budaya daerah koloninya.
Bandung masuk 5 besar destinasi wisata terpopuler di Asia, menempati peringkat ketiga. Pertumbuhan pariwisata pesat didorong oleh akomodasi dan daya tarik alam.
Dishub Badung akan menerapkan rekayasa lalu lintas di 6 titik menuju Uluwatu mulai Juni 2026 untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas wisata.