Usai resmi menjabat sebagai Raja Keraton Solo, Paku Buwono (XIV) Purbaya bergerak cepat dengan membuat Bebadan atau semacam kabinet di Keraton Solo yang baru.
Keraton Solo terbelah, dua putra raja yaitu Purbaya dan Mangkubumi saling klaim gelar Paku Buwono XIV. Dana hibah dari Pemkot Solo pun menunggu raja yang sah.
Kubu PB XIV Purbaya menuding Fadli Zon lecehkan adat lantaran masuk ke bangunan sakral Keraton Solo. Sebaliknya, PB XIV Mangkubumi menyatakan sebaliknya.