Tengoklah lorong-lorong sempit Pasar Triwindu, tak sedikit kios yang memajang lampu-lampu gantung peninggalan Belanda. Tak main-main, harganya bisa jutaan.
Kejadian sedih dialami beberapa penjual makanan yang harus rela rugi karena gerobak makanannya jatuh. Makanan yang mereka bawa pun tumpah dan jatuh berantakan.
Selain di mall, beberapa ruang publik seperti stasiun kereta, museum, RPTRA juga menyediakan sudut baca. Namun, buku-buku hanya tergeletak dalam kesepiannya.
Lusia yang naif. Tidak semua lelaki sebaik yang ia imajinasikan. Apa ia lupa bagaimana ibunya yang malang itu terjebak oleh ayahnya hanya bermodal kata-kata.