Polda Jabar mendalami keterlibatan Aditya Dwi Laksana dalam kerusuhan demo di DPRD. Ia mengaku terlibat dalam aksi rusuh dan merakit perangkat peledak.
Puluhan demonstran di Kalteng menolak wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Mereka khawatir akan dampak terhadap demokrasi dan transparansi pemerintah.
Aksi di depan Polrestabes Surabaya ricuh saat mahasiswa menuntut pembebasan pendemo. Polisi tangkap provokator dan gunakan gas air mata untuk membubarkan massa.