Topan Ragasa menerjang Asia Timur, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan. Indonesia waspada terhadap dampak cuaca ekstrem dan gelombang tinggi akibat badai ini.
Untuk mencegah banjir terjadi lagi di pulau Dewata, 6 sungai bakal dinormalisasi. Selain itu, pengerukan waduk yang mengalami sedimentasi juga akan dilakukan.
Tak hanya lahan persawahan seluas 6.521 hektar yang lenyap di Bali, hutan seluas 459 hektar juga hilang di pulau Dewata dan jadi salah satu penyebab banjir.
Anggota DPR RI, Jamaludin Malik mengusulkan agar data dari BMKG, BPBD hingga KLH diintegrasikan guna memperkuat sistem peringatan dini terhadap bencana banjir.
Status tanggap darurat banjir di Bali resmi berakhir. BMKG mencatat ada 18.503 sambaran petir selama pra dan saat masa tanggap darurat bencana banjir di Bali.