Aktivis Social Movement Institute (SMI) ini dibawa langsung ke Polda Jatim, diduga soal keterlibatannya dalam demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus lalu.
Peserta Aksi Kamisan di Palangka Raya menolak revisi sejarah nasional dan pemutihan dosa Orde Baru. Mereka serukan pentingnya sejarah untuk generasi mendatang.