Indonesia hingga saat ini masih melakukan impor untuk bahan baku pestisida berupa methomyl. Namun importasi diharapkan bisa berkurang setelah ada pabrik.
Memanfaatkan lahan seluas 18 hektar, dengan nilai investasi mencapai US$ 50 juta, serta hasil produksi bahan peledaknya ditargetkan memiliki TKDN 70 persen.
Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah bakal berdampak bagi masyarakat Indonesia. Komoditas yang berbasis impor makin mahal.