Cara tradisional ini dipilih oleh para petani dan pelaku usaha kopra mengingat kontur tanah perkebunan yang tidak rata. Bahkan cenderung naik turun dan berliku.
Ingin menyentuh berbagai kalangan, Fitri si pemilik resto memilih nama "Katsimura" yang berasal dari "Katsu" dan "Murah". Walau begitu rasanya enggak murahan.