Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Andi Ibrahim merupakan otak sindikat uang palsu. Operasi percetakan dan peredaran uang palsu itu dimulai sejak 2010.
Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis mengaku geram terhadap ulah Kepala Perpustakaan UIN Andi Ibrahim, yang menjadikan kampus tempat pabrik uang palsu.
Kasus uang palsu di UIN Alauddin Makassar terungkap, rencananya untuk biaya Pilkada 2024. 17 tersangka terlibat, total uang palsu mencapai Rp 446,7 juta.