Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat mengakhiri perang. Ternyata, kesepakatan itu hampir gagal gara-gara ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Trump meningkatkan tekanannya terhadap Presiden Israel Isaac Herzog dalam upayanya mendapatkan pengampunan untuk Netanyahu, yang menghadapi tuduhan penyuapan.
Trump memberitahu Netanyahu bahwa AS akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal Iran jika perundingan dengan Teheran gagal mencapai kesepakatan.
Trump memperingatkan bahwa AS siap kembali menyerang Iran "kapan saja". Teheran memperingatkan bahwa AS akan menghadapi "strategi baru" dari Iran dalam perang.
Perundingan perdamaian gagal antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang, bahkan AS justru memberikan ancaman baru untuk memblokade kapal melewati Selat Hormuz.
Negara-negara Eropa menolak permintaan Trump untuk mengirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus mereka adalah keamanan maritim, bukan konflik militer dengan Iran.