Eropa Kompak Tolak Trump, Ogah Ikut Campur Urusan Militer di Selat Hormuz

Eropa Kompak Tolak Trump, Ogah Ikut Campur Urusan Militer di Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikJabar
Selasa, 17 Mar 2026 20:30 WIB
FILE PHOTO: An aerial view of the Iranian shores and the island of Qeshm in the strait of Hormuz, December 10, 2023. REUTERS/Stringer/File Photo
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Nicolas Economou).
Jakarta -

Negara-negara Eropa secara kompak menolak permintaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengirimkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz. Sikap tegas ini diambil karena Eropa enggan terseret lebih jauh dalam pusaran konflik militer yang kian memanas antara AS-Israel melawan Iran.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan posisi Benua Biru tersebut. Melansir Anadolu Agency, Selasa (17/3/2026), Kallas menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa "tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran".

Pernyataan tersebut meluncur usai pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) Uni Eropa di Brussels, Belgia. Kallas menekankan bahwa Eropa "tidak tertarik pada perang tanpa akhir". Secara blak-blakan, ia menyebut bahwa konfrontasi melawan Iran bukanlah "perangnya Eropa".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kallas menjelaskan, fokus utama Uni Eropa saat ini adalah memperkuat keamanan maritim. Namun, ia memastikan tidak ada niat dari negara anggota untuk memperluas cakupan misi militer yang sudah ada, seperti Operasi Aspides di Laut Merah, hingga menjangkau Selat Hormuz.

"Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini," tegas Kallas. Ia kembali mengingatkan bahwa prioritas Uni Eropa adalah menjaga kebebasan navigasi melalui jalur-jalur diplomatik yang intensif.

Senada dengan Kallas, Menlu Italia Antonio Tajani juga menyuarakan penolakan serupa. Ia menggarisbawahi bahwa misi Angkatan Laut Uni Eropa yang ada saat ini hanya dirancang untuk mengawal kapal dagang dan operasi antipembajakan, bukan untuk bertempur di Selat Hormuz.

"Kami bersedia memperkuat misi-misi ini. Tetapi saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz," ujar Tajani memberikan batasan tegas.

Sikap dingin terhadap desakan AS juga datang dari Jerman. Kanselir Friedrich Merz menyatakan dengan singkat bahwa Berlin "tidak akan melakukannya" dan mendesak agar solusi politik segera dicari untuk meredam konflik tersebut.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pun ikut menepis tekanan dari Washington. Starmer memastikan Inggris tetap pada pendiriannya untuk tidak bergabung dalam upaya militer di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Inggris "tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas".

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Trump Akan Lakukan Cara Apapun untuk Capai Kesepakatan dengan Iran"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads