Kerusuhan melanda Kota dan Kabupaten Kediri pada 30 Agustus, dengan massa membakar gedung DPRD dan melakukan penjarahan. Situasi mencekam hingga larut malam.
Pengacara Rian Van Frits menyatakan kliennya, anggota DPRD Kota Kupang Mokris, taat hukum saat diperiksa Polda NTT terkait dugaan penelantaran istri dan anak.
Ratusan warga Kalbar unjuk rasa menolak program transmigrasi, mendesak pemerintah hentikan pemindahan penduduk luar daerah dan prioritaskan masyarakat lokal.
Massa tidak dikenal melempari Kantor DPRD Ciamis dengan batu, merusak fasilitas umum. Polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.