Polda Nusa Tenggara Timur mengungkap para imigran gelap asal China membayar Rp 5 juta kepada para penyelundup. Upah ditambah Rp 50 juta jika sampai Australia.
Polisi menyelidiki pengontrak rumah yang dijadikan pabrik sabu dan happy water di Semarang. Polisi juga menyebut soal geografis dan kemudahan transportasi.