Paiman menceritakan Ki Anom Suroto di masa kecilnya. Anom sejak SD sudah belajar mendalang dari ayahnya Ki Sadiyun Hardjodarsono yang juga dalang ternama.
Mahasiswa Aceh di Surabaya, Fakhri, berbagi kisah duka setelah bencana melanda kampung halamannya. Ia merasakan dampak emosional dan kesulitan komunikasi.
Purwanto, pedagang sate di Kalbar, pulang ke Boyolali setelah keluarganya jadi korban perampokan. Istrinya terluka dan anaknya meninggal. Pelaku ditangkap.
Kekhawatiran orang tua terhadap moral anak meningkat. Pakar ilmu pengasuhan tekankan pembentukan karakter anak adalah tugas keluarga, warga, dan pemerintah.