Tragedi pembantaian massal di Rawamerta, 1947, diabadikan dalam puisi Chairil Anwar. Monumen Rawagede mengenang 483 korban yang dibantai tentara Belanda.
Gembong narkoba Murtala dan enam tahanan-narapidana kabur dari Rutan Salemba dengan menjebol gorong-gorong. Warga berharap terali gorong-gorong itu didobel.