Banjir dan longsor di Sumatera Utara menyebabkan 62 orang meninggal. Total 222 korban, dengan ribuan pengungsi. Wilayah terdampak meliputi Tapteng dan Medan.
Banjir bandang dan longsor di Sumut dianggap bencana buatan manusia oleh Ephorus HKBP Victor Tinambunan. Ia mendesak pemerintah tegas menindak ilegal logging.
Akses jalan Padang-Bukittinggi terputus imbas tanah longsor di daerah Lembah Anai, Sumbar. Longsor tersebut menutup jalan sehingga tidak dapat dilewati.