Di masa tuanya, Mbah Landep harus menjadi penopang bagi keluarganya. Sehari-hari, Mbah Landep bekerja sebagai buruh tani serabutan dan menjual temulawak.
Demi berhemat banyak orang yang nekat melakukan hal aneh. Seperti pria di supermarket ini yang memilih untuk mengupas kulit pisang demi membayar harga murah.