Bandar video porno anak di Telegram, MAFA (20), berhasil ditangkap polisi. Sebenarnya, Telegram sudah mengatakan secara tegas pihaknya menolak konten sejenis.
Seorang pria bernama MAFA (20) jadi bandar video porno anak di grup Telegram. Bejatnya, ia mempromosikan video-video tersebut dengan nama 'Promo Ramadhan'
Polisi mengungkap modus bandar menjual video porno anak di Telegram. Parahnya, pelaku membawa-bawa 'promo Ramadhan' untuk mempromosikan video porno tersebut.
Pemuda berinisial MAFA (18) dibekuk polisi karena menjual video porno anak melalui grup Telegram dengan follower hingga 25 ribu pengguna. Ini tampang pelaku.