Putaran pertama pemilu Iran diwarnai surutnya partisipasi politik. Harapan akan perubahan kini bergantung pada satu-satunya kandidat dari kubu reformis.
Warga Iran kembali mencoblos dalam pemilihan presiden putaran kedua. Pilihannya: Masoud Pezeshkian yang relatif moderat dan ultrakonservatif Saeed Jalili.
Capres reformis Iran, Masoud Pezeshkian, memenangkan pilpres putaran kedua melawan capres ultrakonservatif, Saeed Jalili, yang digelar pada Jumat (5/7).
Dibanding pemimpin-pemimpin Iran sebelumnya, Pezeshkian ini agak beda. Dia adalah politikus reformis yang mau memperbaiki hubungan dengan negara-negara Barat.
Calon presiden (capres) reformis Iran, Masoud Pezeshkian, memenangkan pemilihan presiden. Pezeshkian menyampaikan sikap yang berbeda dengan para pendahulunya.