Sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Anwar mendorong dilakukannya gencatan senjata untuk mengakhiri konflik Kamboja dan Thailand.
Dua hektare lahan bersertifikat hak milik (SHM) atas nama Anwar Ryanto Lim di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) diduga diserobot dan dikuasai orang lain.