Presiden Prabowo Subianto menolak tawaran pinjaman IMF, menegaskan Indonesia mampu membiayai pembangunan tanpa utang. Fokus pada efisiensi dan investasi.
Prabowo menjelaskan kabinet gemuk dalam pidatonya, membandingkan Indonesia dengan NATO dan Timor Leste. Ia menegaskan pentingnya koalisi dalam pemerintahan.