Anggapan vape 95 persen tidak lebih berbahaya daripada rokok konvensional ternyata salah. Faktanya, vape mengandung zat-zat berbahaya yang memicu penyakit paru.
Seorang remaja di Amerika Serikat mengalami paru-paru kolaps akibat kebiasaan menggunakan vape. Kebiasaan tersebut telah dilakoninya sejak ia berusia 13 tahun.
Beberapa orang memakai rokok elektrik untuk berhenti merokok konvensional. Padahal kata dokter paru, rokok elektrik sama saja bahayanya. Begini penjelasannya.
Seorang remaja mengatakan ngevape selama enam tahun menyebabkan paru-parunya kolaps empat kali. Kebiasaannya itu juga membuatnya tampak seperti perokok aktif.
Tidak sedikit yang menganggap penggunaan rokok elektrik lebih aman daripada rokok konvensional. Padahal, keduanya punya risiko sama-sama besar bagi kesehatan.
Beberapa orang menggunakan vape dan rokok elektrik lantaran mengira bahayanya lebih minim dibanding rokok konvensional. Padahal salah kaprah, begini faktanya.