Bupati Cianjur, Herman Suherman, mendukung tes kehamilan bagi siswi untuk mencegah kenakalan remaja, namun menekankan pentingnya pendidikan karakter lebih dulu.
"Komisi V nanti melalui Ketua bakal panggil kepala sekolah untuk dimintai klarifikasi terkait kejadian itu," kata anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari.
Viral tes kehamilan di SMA Cianjur banjir kritik, termasuk dari POGI, KPAI, juga Kemenkes. Program dinilai diskriminatif dan tidak berbasis kajian yang baik.