Sebuah studi menunjukkan bahwa anak-anak yang diberikan ponsel sebelum usia 13 tahun berisiko mengalami masalah mental. Terutama untuk anak-anak perempuan.
Ketika sudah tak lagi digunakan, gadget dan benda-benda elektronik bisa menjelma menjadi benda dengan kandungan logam berat yang membahayakan lingkungan.
Konten absurd seperti Tung Tung Tung Sahur menarik perhatian anak-anak tapi berisiko pada perkembangan otak. Akademisi menekankan pentingnya peran orang tua.
Media sosial disebut dapat menyebabkan 'brain rot', menurunkan kualitas berpikir akibat konsumsi konten dangkal. Ini pendapat pakar tentang istilah tersebut.