Garda Revolusi Iran mengatakan dua kapal tanker minyak meledak pada Senin (20/7) dini hari, saat mencoba melintasi "jalur pelayaran tak aman" di Selat Hormuz.
Kapal tanker perusahaan asal UEA menjadi sasaran penyerangan militer Iran di Selat Hormuz. Pihak UEA mengatakan Iran telah melanggar perjanjian internasional.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDK) telah mengurai ribuan kapal yang menumpuk di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke.
Kapal cepat Express Bahari rute Banyuwangi-Denpasar berhenti beroperasi akibat minimnya penumpang. Subsidi pemerintah dibutuhkan untuk kembali beroperasi.