detikBali

Yacht Festival Digelar di Benoa, Dorong Regulasi Wisata Kapal Lebih Jelas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Yacht Festival Digelar di Benoa, Dorong Regulasi Wisata Kapal Lebih Jelas


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Yacht Festival 2026 digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar pada 7-9 Agustus 2026 (dok. Rizki Setyo)
Foto: Yacht Festival 2026 digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar pada 7-9 Agustus 2026. (dok. Rizki Setyo)
Denpasar -

Yacht Festival digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, 7-9 Agustus 2026. Acara ini diinisiasi oleh Indonesian National Shipowner Assosiation (INSA). Ketua panitia Yacht Festival 2026, Nova Yudhanto Mugijanto, mengatakan festival yang digelar dua tahun sekali ini sebagai dorongan dari sisi regulasi yang dinilai belum cocok untuk wisata kapal.

"Goals kita kalau dari segi bisnis itu salah satunya adalah dari regulasi. Kita juga mengharapkan ada perbaikan-perbaikan regulasi di mana di sini salah satunya aja kita mempertemukan antara dunia usaha dan regulator," kata Nova ditemui di Pelabuhan Benoa, Sabtu (8/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga, lanjutnya, dengan adanya festival ini diharapkan kapal-kapal wisata memiliki klasifikasi dan standar keamanan yang jelas. Sebab selama ini regulasi kapal wisata masih mengikuti kapal penumpang. INSA menilai regulasi kapal penumpang masih terlalu tinggi untuk kapal wisata.

ADVERTISEMENT
Yacht Festival 2026 digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar pada 7-9 Agustus 2026 (dok. Rizki Setyo)Yacht Festival 2026 digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar pada 7-9 Agustus 2026 (dok. Rizki Setyo) (Foto: Rizki Setyo Samudero/detikBali)

"Begitu dia standar safety-nya bisa naik, otomatis risikonya menurun. Ketika risikonya menurun, asuransinya bisa lebih kompetitif preminya. Begitu preminya dia lebih kompetitif semua kapal bisa mendapatkan asuransi dan industri wisata bahari lebih bankable," jelas Nova.

Kemudian, Yacht Festival diharapkan juga dapat mempromosikan kapal-kapal wisata untuk dapat berkembang dari segi bisnis. Acara ini juga dapat memberikan pengalaman menikmati kapal yacht bagi masyarakat dari semua kalangan.

Misalkan mengundang 400 pelajar dan mahasiswa untuk memperkenalkan dan memberikan edukasi tentang kapal yacht. Terlebih Bali adalah daerah pariwisata yang besar di Indonesia.

"Kita mau mencoba memberikan satu wawasan kepada anak-anak ini bahwa yang namanya hospitality itu enggak cuman hanya dari hotel, tapi ada di kapal, F&B itu juga enggak cuman hanya di restoran, tapi juga ada di kapal," tutur Nova.

Nova membeberkan total dua ribu pengunjung telah menghadiri Yacht Festival 2026. Rencananya, tahun ini ditargetkan empat ribu lebih pengunjung dibandingkan dua tahun yang lalu.

Sementara itu, Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan industri pelayaran nasional saat ini menghadapi dinamika global yang cukup dinamis. Menurutnya, dunia usaha kini memasuki era ketidakpastian yang bersifat tidak sementara.

"Karena ketidakpastian tersebut maka yang dibutuhkan hari ini bukan hanya kemampuan mengelola bisnis, tetapi juga kemampuan merespons situasi dengan cepat," kata Carmelita.

Meski demikian, Carmelita menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat pelaku usaha pesimistis. Sebaliknya, tantangan global harus menjadi momentum untuk memperkuat daya saing industri pelayaran nasional melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah kita masih besar. Program Beyond Cabotage yang selama ini terus diperjuangkan INSA, harus terus didorong agar dapat diimplementasikan secara konsisten. Namun, upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita perlu bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads