Aktivitas tambang ilegal tersebut diduga telah dimulai sejak 2021 dan diperkirakan menghasilkan omzet Rp 90 miliar per bulan atau sekitar Rp 1,08 T per tahun.
Walhi Gorontalo menilai banjir bandang di Desa Huangobotu akibat aktivitas tambang galian C. Mereka mendesak audit lingkungan untuk melindungi ekosistem.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan smelter kedua milik PT Freeport Indonesia merupakan smelter single line terbesar di dunia.