Bandar video porno anak di Telegram, MAFA (20), berhasil ditangkap polisi. Sebenarnya, Telegram sudah mengatakan secara tegas pihaknya menolak konten sejenis.
Seorang pria bernama MAFA (20) jadi bandar video porno anak di grup Telegram. Bejatnya, ia mempromosikan video-video tersebut dengan nama 'Promo Ramadhan'
Polisi mengungkap modus bandar menjual video porno anak di Telegram. Parahnya, pelaku membawa-bawa 'promo Ramadhan' untuk mempromosikan video porno tersebut.
Pemuda di Bandung ditangkap karena menjual video porno di grup Telegram berisikan 25 ribu member. Dari mana tersangka mendapatkan video porno tersebut?
Grup Telegram 'Deflamingo Collection' video porno anak yang dikelola MAFA (20) memiliki puluhan ribu member. Seratusan di antaranya merupakan pelanggan aktif.