Proses penangkapan tersangka penadah mobil mahasiswi Ubaya itu melibatkan kekuatan penuh Polrestabes Surabaya demi mengantisipasi perlawanan dari tersangka.
Dalam keadaan terikat dan tercekik, mulut Angeline juga dibekap oleh Roy. Pelaku lalu menjerat leher korban yang sudah tidak berdaya dengan kolor celananya.
Roy pembunuh mahasiswi UBAYA Angeline Nathania, menggadaikan mobil korban ke penadah. Penadah mobil pun bersiasat untuk menghilangkan jejak mobil Thania itu.
Telinga guru musik itu sangat tipis. Hanya gegara perkataan mahasiswi Ubaya yang menyinggung perasaannya, dengan tega ia akhiri hidup mantan muridnya di SMA.
Psikolog klinis dan forensik menilai pembunuhan terhadap Angeline Nathania, mahasiswi Ubaya, sudah direncanakan. Dia menduga pelaku sudah punya niat jahat.