Pada Mei 1946, I Gusti Ngurah Rai menolak ajakan perundingan Belanda dengan "Surat Sakti", menegaskan komitmennya untuk berjuang demi kemerdekaan Bali.
Warga memadati Masjid Agung Ciamis untuk melaksanakan salat tarawih perdana. Mereka begitu khusyuk dan antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadan.