Laporan terbaru mengungkap kegelisahan karyawan Meta yang dipindahkan ke divisi AI secara tiba-tiba. Mereka menyebut penugasan itu sebagai 'wajib militer'.
Dalam upaya menciptakan kecerdasan super AI, CEO Meta Mark Zuckerberg, akan membangun tak hanya satu tapi beberapa pusat data atau data center raksasa.
Dua pendiri Manus AI, salah satu perusahaan agen kecerdasan buatan (AI) pertama yang sukses beroperasi tanpa campur tangan manusia, dilarang meninggalkan China.