Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan kondisi tersebut dipicu faktor cuaca dan produksi yang berkurang.
BPS mencatat inflasi bulanan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Juni 2025 sebesar 0,60 persen. Inflasi kali ini didorong oleh kenaikan harga tomat dan cabai rawit.
Inflasi NTB mencapai 2,04% pada Maret 2025, dipicu oleh kenaikan harga cabai rawit dan tarif listrik. Ini adalah inflasi tertinggi dalam 12 bulan terakhir.