Junta Myanmar memberlakukan wajib militer bagi anak muda, laki-laki maupun perempuan. Keputusan itu dikarenakan junta berjuang untuk mengendalikan pemberontak.
Junta Myanmar mengumumkan wajib militer bagi semua pria dan wanita muda. Hal ini dilakukan untuk memerangi pejuang pro-demokrasi yang memberontak sejak kudeta.
Partai politik konservatif baru memanfaatkan ketidakpuasan kaum pria yang diharuskan melaksanakan wajib militer selama 18 bulan, sementara perempuan tidak.