Seorang pria di Batu Bara nekat membacok abang kandung dan keponakannya sendiri. Aksi itu dilakukan hanya karena berebut benda pusaka peninggalan orang tua.
Kak Seto mengklaim dia melewat masa kecil yang indah dan membahagiakan. Kenakalan khas anak-anak dan keistimewaan sebagai anak kembar dilewati dengan sukacita.
Postur Si Komo kabarnya sengaja dimiripkan dengan Pak Harto. Serta lirik lagu soal kemacetan, dianggap seperti rombongan para elite yang menutup jalan.
Kak Seto membawa Si Komo tampil di televisi atas permintaan Mbak Tutut. Si Komo juga yang membuatnya dipanggil Paspampres karena isu alat kritik Soeharto.