Rekayasa genetika terbaru digembar-gemborkan jadi obat mengatasi krisis ketahanan pangan global, seiring dengan kehancuran sistem pangan akibat cuaca ekstrem.
Setelah adanya gerakan All Eyes on Rafah yang digemakan warganet seluruh dunia, ada pula gerakan All Eyes on Papua. Aksi itu tidak kalah gencar di media sosial.