Varian COVID-19 BA.3.2 atau 'Cicada' dikhawatirkan banyak menyerang anak-anak. Dengan penularan yang cepat, virus ini diprediksi dapat memicu gelombang baru.
Kemenkes RI buka-bukaan data setelah munculnya varian baru COVID-19 BA.3.2 atau 'Cicada'. Per akhir Maret 2026, varian Cicada belum ditemukan di Indonesia.
Varian COVID-19 Cicada muncul di 25 negara, namun Kemenkes RI menyatakan risikonya rendah dan belum ada kasus di Indonesia. Masyarakat diminta tetap tenang.
Surat edaran KemenkesRI juga mengungkap beberapa varian COVID-19 yang dominan saat ini. Varian XEC dominan di Thailand dan Malaysia, MB.1.1 di Indonesia.
Kemenkes RI melaporkan kenaikan kasus positif COVID-19 menjadi 3%. Varian dominan adalah XFG dan LF.7, dengan gejala mirip flu biasa. Waspada tetap diperlukan.