Peringatan dini kekeringan meteorologis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuat masyarakat perlu bersiap menghadapi potensi berkurangnya ketersediaan air. Salah satu langkah yang bisa dipertimbangkan penghuni rumah adalah menambah kapasitas penampungan air.
Namun, memasang toren tambahan tidak bisa dilakukan sembarangan. Terlebih jika tangki akan diletakkan di atas dak beton atau menggunakan menara di samping rumah. Beban air yang besar perlu diperhitungkan agar tidak membahayakan bangunan.
Dikutip dari panduan pemasangan toren air yang diterbitkan produsen tangki air Penguin, lokasi pemasangan perlu memiliki permukaan yang rata serta pondasi yang stabil dan kuat untuk menahan beban tangki ketika penuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memasang toren tambahan di rumah?
1. Hitung Beban Toren Saat Terisi Penuh
Sebelum membeli toren tambahan, perhatikan kapasitas tangki yang akan digunakan. Semakin besar kapasitasnya, semakin berat beban yang harus ditopang oleh struktur bangunan.
Sebagai gambaran, toren berkapasitas 1.000 liter menampung air dengan berat sekitar 1 ton. Angka tersebut belum termasuk berat tangki dan perlengkapan instalasinya.
Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan ukuran toren atau ketersediaan tempat. Penghuni juga perlu memperhitungkan beban total ketika tangki terisi penuh.
2. Pastikan Dak Beton Mampu Menahan Beban
Dak beton sering dipilih sebagai lokasi pemasangan toren karena posisinya lebih tinggi. Namun, tidak semua dak otomatis mampu menopang beban tangki air berkapasitas besar.
Sebelum memasang toren, pastikan kondisi struktur bangunan diperiksa oleh tenaga ahli yang kompeten, terutama jika akan menambah beban pada atap atau dak yang sudah ada.
Jangan mengandalkan perkiraan atau ketebalan beton saja untuk menentukan keamanan pemasangan. Kekuatan struktur juga dipengaruhi desain bangunan, bentang, tulangan, kondisi material, dan distribusi beban.
3. Gunakan Dudukan yang Rata dan Kokoh
Toren perlu diletakkan pada permukaan yang rata dan stabil. Dudukan yang tidak sesuai dapat membuat beban tangki tidak terdistribusi dengan baik.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang plambing dan pompa mekanik yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 58 Tahun 2024 turut mencantumkan bahwa material dan lokasi dudukan tangki air minum perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta spesifikasi teknis.
Karena itu, gunakan dudukan yang sesuai dengan bentuk dasar tangki dan kapasitasnya. Jika memakai menara besi, pastikan struktur penyangga serta fondasinya dirancang untuk menahan beban tangki saat penuh.
4. Tentukan Lokasi yang Mudah Dijangkau
Selain memperhatikan kekuatan struktur, pilih lokasi yang memudahkan pemeriksaan dan perawatan toren. Posisi tangki sebaiknya memungkinkan penghuni atau teknisi memeriksa sambungan pipa, katup, dan kondisi tangki tanpa harus mengambil risiko saat mengaksesnya.
Perhatikan pula jalur pipa dari sumber air menuju toren dan dari toren ke titik pemakaian. Penempatan yang tepat dapat membantu memudahkan instalasi dan perawatan.
Jika toren akan dipasang di atap, jangan mengorbankan keselamatan hanya demi mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Pekerjaan di ketinggian sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang memiliki peralatan dan kemampuan yang sesuai.
5. Periksa Instalasi Sebelum Toren Digunakan
Setelah toren dipasang, periksa kondisi sambungan pipa, katup, dan dudukannya. Pastikan tidak ada kebocoran serta tangki berada dalam posisi stabil.
Lakukan pengujian sesuai petunjuk pemasangan dan kapasitas yang direncanakan. Jika terlihat retakan pada dudukan, perubahan posisi tangki, atau tanda kerusakan struktur, hentikan penggunaan dan minta pemeriksaan tenaga ahli.
Jangan langsung mengisi toren hingga penuh apabila keamanan penyangga belum dipastikan. Pemeriksaan sebelum penggunaan penting untuk mengurangi risiko kerusakan tangki maupun bangunan.
Peringatan kekeringan dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas air di rumah. Namun, penambahan toren perlu dilakukan dengan memperhatikan kapasitas yang dibutuhkan, kondisi bangunan, dan keamanan instalasi.
(das/das)
