Menutup atau membuka tutup kloset duduk saat menyiram atau flush setelah buang air masih menjadi perdebatan. Ada yang tetap membuka tutup toilet saat mem-flush karena tidak ribet, ada juga yang menutupnya agar air toilet tidak menyebar.
Menurut para ahli, apabila kloset tidak ditutup ketika di-flush, ada risiko kuman menyebar di udara sekitarnya melalui percikan air. Percikan air toilet ini bisa terhirup dan menempel pada handuk hingga sikat gigi setelah kloset disiram.
Ada studi ilmiah yang mengonfirmasi bahwa partikel-partikel itu bisa melesat hingga jarak 1,5 meter saat kloset disiram dalam kondisi tutup yang terbuka. Hal ini bisa menjadi penyebaran kuman yang efektif.
"Penelitian menemukan bahwa E. coli, C. diff, norovirus, dan bakteri usus lainnya terdeteksi dalam percikan aerosol dari kloset," kata perawat Kelsey Pabst, dikutip dari Martha Stewart.
Menurut para ahli, orang yang sehat umumnya kemungkinan besar tidak akan terdampak. Tapi ini tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai.
Kalau ada anggota keluarga yang sakit diare atau infeksi virus pencernaan, risiko kesehatan bisa meningkat dan permukaan benda di sekitar toilet bisa terkontaminasi.
Selain itu, bagi keluarga yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, anak kecil, atau hewan peliharaan bisa memiliki risiko yang lebih tinggi akibat paparan percikan aerosol toilet itu. Tenaga profesional di bidang kebersihan, Derek Christian, menyarankan untuk melakukan tindakan pencegahan ekstra seperti mendisinfeksi dudukan toilet dan gagang toilet setelah selesai dipakai.
Menurut penelitian dari Goforth, M., et al. yang berjudul Impacts of lid closure during toilet flushing and of toilet bowl cleaning on viral contamination of surfaces in United States restrooms, menutup toilet saat disiram memang bisa mengontrol sebagian besar percikan tapi masih memungkinkan bakteri keluar dari celah antara tutup dengan dudukan toilet. Walau demikian, menutup toilet saat disiram meminimalisir penyebaran kuman.
Cara Meminimalisir Penyebaran Kuman di Kamar Mandi
Dilansir dari Southern Living, berikut ini informasinya.
Disinfeksi
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan disinfeksi secara teratur. Bersihkan debu, rambut, dan kotoran lainnya dari permukaan. Setelah itu, gunakan tisu disinfektan atau semprotkan disinfektan di permukaan seperti dudukan kloset, tutup kloset, gagang pintu, wastafel, keran, saklar lampu, dan sekitar lantai serta dinding. Diamkan beberapa saat sesuai dengan petunjuk produk lalu bersihkan.
Cuci Tangan
Mencuci tangan dengan benar bisa mengurangi penyebaran kuman. Tapi jangan asal dibilas ya. Gosokkan sabun dan air hangat ke seluruh bagian tangan-termasuk di bawah kuku-selama 20 hingga 30 detik. Setelah itu, bilas dan keringkan tangan menggunakan handuk bersih.
Cara Lain Mencegah Penyebaran Kuman
- Cuci keset dan handuk secara rutin
- Nyalakan exhaust fan atau buka jendela setelah kamar mandi dipakai
- Tutup kloset saat dan setelah disiram agar kuman tidak menempel di pakaian
- Bersihkan permukaan kamar mandi setiap hari dan lakukan disinfeksi secara berkala jika ada anggota keluarga yang sedang sakit
- Jangan bawa buku maupun ponsel ke kamar mandi, tunggu sampai selesai buang air dan segera mencuci tangan sebelum menggunakannya lagi
detikers sudah mulai tutup kloset pas disiram belum?
Simak Video "Kajian Ramadan Roblox bersama Wipol: Build a Pure World: membangun lingkungan bersih sebagai bagian dari gaya hidup Islami"
(abr/abr)